Ayo Terjemahkan !!

Kamis, 06 Juni 2013

Penjaskes

Renang (olahraga)
11th FINA World Championships.JPG
Induk organisasi
Data lengkap
Kategori
Akuatik
Dipertandingkan di Olimpiade
Renang adalah olahraga yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang. Gaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada. Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat. Pemenang babak penyisihan maju ke babak semifinal, dan pemenang semifinal maju ke babak final.
Bersama-sama dengan loncat indah, renang indah, renang perairan terbuka, dan polo air, peraturan perlombaan renang ditetapkan oleh badan dunia bernama Federasi Renang Internasional (FINA). Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) adalah induk organisasi cabang olahraga renang di Indonesia.

Sejarah

Perlombaan berenang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang berenang dengan memakai gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya trudgen di lomba-romba renang setelah meniru renang gaya bebas suku Indian. Akibat ketidaksukaan orang Inggris terhadap gerakan renang yang memercikkan air ke sana ke mari, Trudgen mengganti gerakan kaki gaya bebas yang melecut ke atas dan ke bawah menjadi gerakan kaki gunting seperti renang gaya samping.
Renang menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan sejak Olimpiade Athena 1896. Nomor renang putri dilombakan sejak Olimpiade Stockholm 1912. Pada 1902, Richard Cavill memperkenalkan renang gaya bebas. Federasi Renang Internasional dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an. Pada awalnya, gaya kupu-kupu merupakan variasi gaya dada sebelum dianggap sebagai gaya renang tersendiri pada 1952.
Di Hindia Belanda, Perserikatan Berenang Bandung (Bandungse Zwembond) didirikan pada 1917. Pada tahun berikutnya didirikan Perserikatan Berenang Jawa Barat (West Java Zwembond), dan Perserikatan Berenang Jawa Timur (Oost Java Zwembond) didirikan pada 1927. Sejak itu pula perlombaan renang antardaerah mulai sering diadakan. Rekor dalam kejuaraan-kejuaraan tersebut juga dicatatkan sebagai rekor di Belanda.[1]
Pada 1936, perenang Hindia Belanda bernama Pet Stam mencatat rekor 59,9 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas di kolam renang Cihampelas Bandung. Pet Stam dikirim sebagai wakil Belanda di Olimpiade Berlin 1936. Persatuan Berenang Seluruh Indonesia didirikan 21 Maret 1951, dan sebagai anggota Federasi Renang Internasional sejak tahun berikutnya. Perenang Indonesia ikut berlomba dalam Olimpiade Helsinki 1952.[1]

Fasilitas dan peralatan

Kolam renang

Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.[2]

Lintasan

Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan lintasan terakhir.[2] Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang dengan panjang lintasan.
Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk lintasan 4 dan 5.
Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan).[3] Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.

Pengukur waktu

Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm.[4]
Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American Games 1967 di Winnipeg, Kanada.[5]

Balok start

Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start.
Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°.[2]

Peraturan perlombaan dalam renang

Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk.
Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start, sementara kaki bertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet.
Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap (Take your marks dalam bahasa Inggris) diteriakkan oleh wasit start.[6] Start dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba.[7] Hingga tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.

Nomor perlombaan

Perlombaan renang terdiri dari nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin, dan empat gaya renang (gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada). Nomor-nomor renang putra dan putri yang diperlombakan dalam Olimpiade:
Federasi Renang Internasional mengakui rekor dunia putra/putri untuk nomor-nomor renang:
  • Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m
  • Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m
  • Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m
  • Gaya ganti estafet: 4×100 m.[9]
Pada nomor gaya ganti perorangan, seorang perenang memakai keempat gaya secara bergantian untuk satu putaran, dengan urutan: gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Pada nomor renang gaya ganti perorangan 100 m, perlombaan diadakan di kolam renang lintasan pendek 25 m.
Pada nomor 4 x 100 m gaya ganti estafet, satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-masing berenang 100 m. Perenang pertama memulai dengan renang gaya punggung, dilanjutkan perenang gaya dada, perenang gaya kupu-kupu, dan diakhiri oleh perenang gaya bebas.

Pakaian

Federasi Renang Internasional memiliki daftar merek dan tipe pakaian renang yang disetujui dalam perlombaan renang.[10] Perenang dibolehkan memakai topi renang dan kacamata renang. Perenang berkacamata dapat memilih untuk mengenakan kacamata renang minus, atau mengenakan lensa kontak bersama kacamata renang normal.
Perenang tidak dibolehkan memakai alat atau pakaian renang yang dapat memengaruhi kecepatan, daya apung, atau ketahanan selama berlomba, misalnya sarung tangan berselaput, kaki katak, sirip, dan sebagainya.
BAB 1
PERMAINAN BOLA BESAR
A.BOLA VOLI
Teknik dasar bermain bola voli
1.Servis:sentuhan pertama pada bola untuk memulai permainan
a.    Under arm servis:servis ini paling popular karena dianggap lebih mudah untuk di kerjakan
b.    Hook servis:servis ini merupakan servis yang hebat dan mematikan
c.    Floating servis:seakan-akan bola melayang tanpa berputar sma sekali,ada 2 jenis floating servis yaitu:frontal floating(type amerika),side floating(type jepang)
2.The Dig:penerimaan bola dengan gaya menggali,bias juga untuk menerima smash
3.Toss/Set:pukulan melambungkan bola sehingga teman mendapat kesempatan untuk melakukan smash
a.    Front toss/toss depan
b.    Overhead toss/toss diatas kepala
c.    Jump toss/toss sambil melompat
4.Smash/Spike:cra termudah untuk mendapatkan angka
a.    Frontal smash/smash depan
b.    Frontal smash dengan twist/smash depan dengan berputar
c.    Smash dengan pergelangan tangan
d.    Dump/smash tipuan
5.Block/Pertahanan:melakukan blocking adalah inti dari system pertahanan
Tahap melakukan block:
1)    Bergerak menuju posisi block
2)   Melompat
3)   Sentuhan
4)   Landing/mendarat
B.Bola Basket
1.Hakikat bola basket:dilakukan dilapang,yang dimainkan oleh 2 tim yang beranggotakan 5 orang/tim dengan cara memasukan bola kedalam ring sebanyak-banyaknya.
2.Teknik Passing:melempar bola untuk mengadakan umpan kepada teman untuk menyusun serangan bias dilakukan dengan 1/2 tangan
3.Menggiring/Mendribble:gerakan memantul-mantulkan bola dengan telapak tangan baik di tempat/sambil berlari
4.Shooting/Menembak:adalah teknik memasukkan bola kedalam keranjang/ring baik dengan 1/2 tangan
5.Lay-Up Shooting/Tembakan Melayang:jenis lompatan yang dilakukan dekat dengan ring yang di dahuluai dengan melangkah
C.Sepak Bola
1.Teknik Bertahan,dasar teknik bertahan adalah :
a.    Marking/penjagaan
b.    Intercept/mencegah umpan
c.    Heading/bertahan
d.    Latihan trackling
e.    Membuat jebakan offside
2.Teknik Menyerang
a)    Passing/mengumpan
b)   Dribbling/menggiring bola
c)    Shooting(tendangan keras kea rah gawang)
d)   Heading untuk menyerang : menyundul bola ke gawang,menyundul bola untuk mengontrol bola,menyundul untuk mengumpan.
3.Latihan Kecepatan&Stamina
BAB 2

PERMAINAN BOLA KECIL
A.Tenis Meja
1.Latihan teknik dan permainan
a.    Push Stroke:pukulan yang dapat di gunakan untuk menetralisir serangan lawan/menyerang lawan
b.    Drive Stroke:pukulan mendatar yang dapat dilakukan  dengan berkecepatan tinggi
c.    Topspin loop:berbagai efek pada bola
2.Teknik servis
B.Bulu Tangkis
1.Pukulan pertama/ servis,ada 2 macam servis:
1)    Deep Single Servis(servis jauh ke belakang untuk permainan tunggal)
2)   Shourt Double Servis(sevis pendek untuk permainan ganda)
2.Pukulan Kedepan/forehand stroke
1)    Overhead Forehand(pukulan diatas kepala kea rah depan)
2)   Clear Forehand/loop
3)   Drop Forehand(pukulan yang jatuh tepat di net lapangan lawa)
4)   Forehand Smash
5)   Overhand Backhand(dilakukan dari belang lapangan)
3.Mengatur Langkah Kaki/footwork


BAB 3
ATLETIK
A.LINTASAN & JALUR LARI 800 M
1.Lintasan dan jalur lari:
a.    Panjang lintasan minimal 400 m
b.    Pengukuran harus diambil 30 cm kea rah luar dari tepi dalam lintasan
c.    Lebar lintasan minimum 1,22 m dan maximum 1,25 m
d.    Arah lari di tetapkan kea rah kiri
e.    Harus ada minimum 6 jalur dan maximum 8 jalur
2.Lari jarak menengah
a.    Gerakan kaki:frekuensi gerakan kaki di usahakan harus cepa,lutut&paha tidak perlu diangkat terlalu tinggi,yang kontak dengan tanah adalah telapak kaki dan ujung kaki
b.    Gerakan lengan:siku di bengkokkan,ayunan lengan tidak terlalu cepat&tinggi dari belakang
c.    Sikap badan:lebih condong kedepan ,pandangan mata kedepan dilakukan dengan rileks
B.LEMPAR CAKRAM
1.Tujuan umum:melempar cakram dengan sudut terbaik dan kecepatan yang maximum
2.hal-hal yang perlu diperhatikan:
a.    Jauhnya lemparan tergantung pada kecepatan gerak dan sudut saat cakram di lepas dari tangan
b.    Factor aerodinamik melayangnya cakram mempengaruhi sudut lemparan
c.    Kecepatan maximum dapat di peroleh dari tenaga yang di salurkan kea rah lemparan
d.    Pelempar perlu meluncur di belakang lingkaran sebelum melakukan gerakan melempar
e.    Sudut optimum lemparan cakram sekitar 30-35 derajat
3.Tahap gerak melempar cakram:
a.    Tahap memegang cakram
b.    Tahap berputar
c.    Tahap melempar cakram
d.    Teknik gerak ikutan(follow trought/polostrous) : gerak setelah cakram lepas dari tangan




C.LOMPAT JAUH
1.Tujuan umum:mencapai jarak lompatan yang sejauh-jauhnya
2.Hal-hal yang perlu di ketahui:
a.    Sekali pelompat lepas landas,pola arah geraknya tidak dapat di ubah lagi
b.    Jarak tambahan dapat di peroleh dari penyesuaian gerak tungkai kaki dan tubuh terhadap pusat gaya berat tubuh
c.    Factor utama jarak lompatan adalah kecepatan dan tenaga lompatan
d.    Gerakan sewaktu melayang adalah factor kedua
3.Tahap gerakan lompat jauh
a.    Tahap berlari
b.    Tahap lepas landas
c.    Tahap melayang di udara
d.    Tahap mendarat



Tidak ada komentar :

Posting Komentar

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8398362516209417771#editor/target=post;postID=2547654236053036329